KPK Lakukan 10 Kali OTT sejak Januari 2026, Ini Daftar Lengkapnya

KPK Lakukan 10 Kali OTT sejak Januari 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Gedung KPK. (Antara)

Mahakamtoday.com, JAKARTA — Sejak Januari 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan total sebanyak 10 kali operasi tangkap tangan atau OTT. Terakhir atau OTT ke-10 menyasar Bupati Tulungagung Gatut Sunu dan belasan pejabat Pemkab Tulungagung pada Jumat (10/4/2026).

KPK cukup agresif sejak awal tahun 2026 dalam upaya memberantas tidak pidana korupsi. Mengutip Antara, KPK mengawali operasi tangkap tangan tahun ini pada 9-10 Januari. Penangkapan ini mengenai dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026. Total ada delapan yang ditangkap. 

Berlanjut pada 19 Januari 2026, KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi yang dilanjutkan dengan pengumuman Maidi sebagai tersangka korupsi dalam bentuk pemerasan dengan modus imbalan proyek dan dana CSR serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di Pemkot Madiun pada 20 Januari 2026.

Pada hari yang sama, KPK melakukan OTT ketiga dengan menangkap Bupati Pati Sudewo. Sehari kemudian atau 20 Januari 2026, KPK mengumumkan Sudewo sebagai salah satu tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

OTT keempat dilakukan KPK pada 4 Februari 2026, yakni di lingkungan KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penangkapan terkait proses restitusi pajak di lingkungan KPP tersebut.

Kemudian pada 4 Februari 2026, KPK melakukan OTT kelima terkait importasi barang KW atau tiruan. Salah satu yang ditangkap adalah mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, Rizal, yang saat itu menjabat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.

OTT Ramadan

Selanjutnya pada 5 Februari 2026, KPK melakukan OTT keenam terkait dugaan korupsi dalam pengurusan sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi pada lingkungan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. KPK menetapkan Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan, hingga Direktur Utama PT Karabha Digdaya yang merupakan anak perusahaan Kemenkeu sebagai tersangka.

OTT ketujuh pada 3 Maret 2026 atau saat Ramadan, KPK menangkap dan menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal kasus dugaan korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya, dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.

Masih saat Ramadan, KPK melakukan OTT kedelapan pada 10 Maret 2026, menangkap dan menetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari sebagai salah satu tersangka dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong, Bengkulu, tahun anggaran 2025-2026.

OTT kesembilan, dan masih Ramadan, dilakukan KPK pada 13 Maret 2026 dengan menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Syamsul Auliya kemudian menjadi salah satu tersangka kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tahun anggaran 2025-2026.

OTT kesepuluh baru saja dilakukan oleh KPK pada Jumat (10/4/2026) dengan menangkap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu, dan belasan pejabat Pemkab Tulungagung. Belum diketahui apa perkara yang menjerat mereka karena pemeriksaan masih berlangsung.

Leave a Reply