Seorang SPG Jadi Korban Pelecehan Seksual, Wawali Solo Beri Pendampingan

Seorang SPG Jadi Korban Pelecehan Seksual, Wawali Solo Beri Pendampingan
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani berkoordinasi dengan penegak hukum di Mapolresta Solo, Jumat (20/6/2026). (Istimewa)

Mahakamtoday.com, SOLO — Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang sales promotion girl (SPG) yang viral di media sosial. Dugaan pelecehan seksual itu terjadi di salah satu pusat perbelanjaan Kota Solo.

Astrid Widayani bergerak cepat melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak di Mapolresta Solo, Jumat (19/6/2026) sore.

Astrid berkunjung ke Polresta Solo bersama jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Solo serta Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Selain berkoordinasi dengan penyidik, Astrid juga menemui korban dan tim kuasa hukumnya.

“Kami ingin memastikan proses hukum berjalan dengan baik dan korban mendapatkan perlindungan yang layak. Pemerintah Kota Solo hadir untuk mendampingi dan mengawal penanganan kasus ini,” kata Astrid melalui keterangan tertulis yang diterima Espos, Sabtu (20/6/2026)

Menurut dia, tidak boleh ada korban yang menghadapi dampak kekerasan seksual seorang diri. Pemkot Solo melalui organisasi perangkat daerah terkait akan memberikan layanan pendampingan psikologis serta bantuan pemulihan bagi korban.

Korban Kehilangan Pekerjaan

Selain mengawal proses hukum, Astrid juga menaruh perhatian terhadap kondisi korban yang kehilangan pekerjaan setelah kasus tersebut mencuat ke publik.

“Tadi kami sudah bertemu langsung dengan korban. Kami memberikan penguatan dan memastikan pendampingan psikologis tersedia. Terkait pekerjaan, kami juga akan berupaya memfasilitasi melalui program Rumah Siap Kerja agar korban tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan aktivitas dan kehidupannya dengan baik,” ujarnya.

Astrid menegaskan perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan prioritas Pemerintah Kota Surakarta. Ia berharap kasus tersebut menjadi pengingat bahwa setiap bentuk kekerasan seksual harus ditindak tegas dan korban berhak memperoleh perlindungan.

“Kami ingin Solo menjadi kota yang aman bagi perempuan dan anak. Karena itu, setiap laporan akan kami respons dan dampingi bersama pihak terkait,” tegasnya.

Diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual tersebut menimpa seorang perempuan berusia 25 tahun yang bekerja sebagai SPG. Peristiwa itu terekam kamera pengawas di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Solo dan videonya sempat viral di media sosial. Kasus tersebut saat ini tengah ditangani oleh Polresta Solo. 

Leave a Reply