Mahakamtoday.com, WONOGIRI — Puluhan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Wonogiri kini mulai resmi beroperasi. Kendati demkian, pasokan barang barang dagangan di gerai itu belum lancar sehingga pendapatan koperasi belum optimal.
Berdasarkan data yang dihimpun Espos dari Kodim 0728/Wonogiri, saat ini tercatat ada 63 gerai KDKMP yang tersebar di seluruh penjuru Kota Sukses. Gerai itu sudah mulai beroperasi selama satu bulan terakhir, sementara sebagian lainnya baru dibuka dalam hitungan pekan.
Salah satu gerai yang telah beroperasi itu yaitu KDKMP Singodutan, Kecamatan Selogiri. Asisten Manajer KDKMP Singodutan, Zunaidi Adi, mengatakan gerai koperasi itu sudah bukan sejak pekan terakhir Juni 2026. Pada awal buka banyak warga yang belanja di gerai tersebut. Bahkan dalam satu hari gerai itu berhasil mencatat omzet sekitar Rp7 juta.
Komoditas kebutuhan pokok seperti minyak goreng subsidi Minyakita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi barang yang paling diburu masyarakat. Faktor harga yang miring menjadi pemantik tingginya animo warga desa.
Tetapi semakin ke sini pengunjung gerai ritel desa itu semakin sepi. Menurut Adi, hal itu karena pasokan barang dagangan tersendat. Pasokan barang di setiap gerai KDKMP menjadi tanggung jawab PT Agrinas.
“Banyak warga yang kecelik pas datang ke sini termyata barang yang dicari kosong. Sebenarnya kalau stoknya banyak, ada terus, pengunjungnya juga banyak,” kata Adi saat ditemui Espos di gerai KDKMP Singodutan, Jumat.
Adi menyampaikan manajemen internal KDKMP tidak bisa sembarangan untuk melakukan restock barang secara mandiri. Selain memang tidak ada modal, pasokan barang di koperasi desa memang menjadi wewenang PT Agrinas.
Adi belum bisa memastikan kapan pasokan barang itu akan berjalan lancar. Informasi yang dia terima, restock barang dagangan itu dilakukan oleh Agrinas secara massal di banyak gerai KDKMP.
Pembeli Pulang dengan Tangan Hampa
Tersendatnya pasokan barang ini membuat omzet gerai menjadi tipis. Belakangan, dalam sehari omzet gerai KDKMP Singodutan hanya sekitar Rp300.000-Rp500.000. Dia berharap restock barang itu bisa segera dilakukan agar operasional gerai berjalan optimal. “Katanya Agustus nanti pasokan barang sudah mulai lancar,” ujarnya.
Adapun sistem pergudangan di koperasi itu juga berjalan. Koperasi belum bisa menyerap berbagai komoditas yang dihasilkan desa. Kendaraan operasional yang dimiliki koperasi pun belum digunakan secara optimal.
Terpisah, Ketua KDKMP Bulusulur, Wardo, membeberkan aktivitas niaga di gerainya sebenarnya berjalan dinamis selama satu bulan berjalan berkat bekal pelatihan kasir dan inventaris yang matang.
Sistem pelaporan sirkulasi barang pun langsung terkoneksi otomatis ke manajemen pusat. Termasuk mekanisme penyetoran omzet harian yang rutin ditarik oleh asisten bisnis dari Agrinas wilayah Wonogiri setiap sore setelah gerai tutup toko.
“Secara sistem tidak ada kendala, berjalan lancar. Manajemen stoknya harian, jadi saat komoditas mulai menipis langsung terlaporkan otomatis ke Agrinas. Kendala tunggal kami murni hanya di keterlambatan pengiriman stok barang,” ujar Wardo.
Macetnya pasokan ini membuat rak-rak pajangan di dalam gerai masih melompong. Imbasnya, performa penjualan gerai KDKMP menjadi tidak maksimal karena tidak sedikit warga sekitar yang terpaksa pulang dengan tangan hampa. “Padahal kalau pasokan barangnya lancar, gerai ini bisa sangat ramai,” imbuh dia.
Hal serupa terjadi di gerai KDKMP di Desa Sumberharjo, Kecamatan Eromoko. Ketua KDKMP Desa Sumberharjo, Anwar Prihanto, menyebut minyak goreng Minyakita langsung menjadi incaran warga sejak gerainya resmi dibuka pekan lalu.
“Kendala krusialnya sama, masalah pasokan barang yang seret. Saat ini kami hanya bisa pasif menunggu kiriman stok baru datang,” kata Novemi.
Gerai KDKMP di Wonogiri mematok harga Minyakita dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Nilai tersebut terpaut jauh dari harga pasar retail yang saat ini meroket hingga menembus kisaran Rp20.000 per liter.

Leave a Reply