BGN Akui Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Semua Dapur MBG Tak Adil

BGN Akui Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Semua Dapur MBG Tak Adil
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (Istimewa)

Mahakamtoday.com, JAKARTABadan Gizi Nasional (BGN) akan mengubah skema pemberian insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insentif tidak lagi disamaratakan sebesar Rp6 juta per hari, melainkan akan disesuaikan dengan jumlah porsi makanan yang diproduksi.

Kepala BGN Sudaryono menilai skema pembayaran sebelumnya tidak mencerminkan beban kerja masing-masing dapur. Sebab, jumlah porsi yang diproduksi setiap SPPG berbeda-beda.

“Sekarang tidak, ya, tidak rata semua dapur semua kemudian dibayar Rp6 juta, itu tidak adil,” kata Sudaryono usai rapat dengan Komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis malam.

Menurut dia, besaran insentif nantinya akan mempertimbangkan jumlah porsi Makan Bergizi Gratis yang diproduksi setiap hari oleh masing-masing SPPG.

“Itu kan aturan dibuat oleh pimpinan sebelum saya. Ada dapur bikin 3.000 porsi, ada yang 2.000 porsi, ada yang dapur 2.500 porsi. Dibayar semua Rp6 juta, kan tidak adil, dong?” ujarnya.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari evaluasi BGN terhadap kebijakan insentif sebelumnya. Dengan skema baru, pembayaran kepada SPPG diharapkan lebih menyesuaikan kapasitas produksi setiap dapur.

Sudaryono mengatakan aturan baru mengenai perubahan skema insentif tengah disiapkan melalui peraturan kepala badan.

“Saya sudah mengajukan peraturan kepala badan yang harapannya di pekan ini itu sudah keluar sehingga rencana besok atau Senin saya mau umumkan perubahan insentif itu,” katanya.

BGN menargetkan ketentuan baru tersebut dapat segera diumumkan setelah peraturan kepala badan diterbitkan.

Leave a Reply