Dongkrak Pariwisata, Pemkab Karanganyar Ingin Bus BST sampai Karangpandan

Dongkrak Pariwisata, Pemkab Karanganyar Ingin Bus BST sampai Karangpandan
Bus BST Solo terparkir di garasi wilayah Palur, Jaten, Karanganyar, Senin (31/10/2022). (Daerah.com/Lukman Fatwa).

Mahakamtoday.com, KARANGANYAR — Selain menggenjot event, Pemkab Karanganyar berupaya memperkuat konektivitas dengan Solo untuk mendongkrak sektor pariwisata demi mengejar target masuk empat besar kabupaten/kota dengan kunjungan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Yoppi Eko Jati Wibowo, mengatakan salah satu gagasan yang tengah disiapkan yakni memperpanjang layanan Batik Solo Trans atau BST hingga wilayah Karanganyar.

Yoppi mengatakan gagasan tersebut merupakan arahan Bupati Karanganyar. Layanan transportasi umum diharapkan dapat menjangkau wilayah yang menjadi titik transit wisatawan sebelum mereka melanjutkan perjalanan menggunakan shuttle. “Bapak Bupati menghendaki BST sampai di Karangpandan. Bagaimana caranya dikomunikasikan agar BST bisa sampai Terminal Makuthoromo,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Jika rencana tersebut terealisasi, wisatawan dari Solo dapat menggunakan BST kemudian melanjutkan perjalanan dengan shuttle menuju sejumlah destinasi wisata di Karanganyar, seperti Candi Cetho, Candi Sukuh, hingga kawasan makam Presiden ke-2 RI Soeharto.

“Kalau BST bisa sampai Makuthoromo kemudian masyarakat atau pendatang menyewa shuttle di situ, bisa ke Candi Cetho, Candi Sukuh, Tawangmangu, atau ke makam Pak Harto,” jelasnya.

Menurut Yoppi, konektivitas tersebut akan memberikan alternatif transportasi bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi. “Yang tidak punya kendaraan atau yang ingin piknik tetapi tidak mau susah-susah menyetir dan motoran bisa naik BST, bisa naik shuttle. Ini ide beliau yang brilian,” katanya.

Namun demikian, rencana tersebut masih dalam tahap persiapan dan koordinasi dengan sejumlah pihak. Pemkab Karanganyar akan mendorong komunikasi dengan Pemerintah Kota Solo terkait kemungkinan perluasan layanan tersebut.

Yoppi mengatakan objek wisata tetap memiliki peran penting dalam menarik wisatawan. Namun, pengelola destinasi harus terus melakukan inovasi karena tren wisata berkembang cepat. “Objek itu berkembang terus. Sekarang tidak usah punya gunung, orang bisa bikin tempat wisata yang seperti gunung. Makanya objek ini berpengaruh, tetapi harus inovatif,” ujarnya.

Menurutnya, destinasi yang tidak melakukan pembaruan berpotensi ditinggalkan ketika muncul objek wisata baru dengan konsep yang lebih menarik. “Satu objek, dua tahun stagnan, tidak ada perkembangan, ditinggal. Karena ada yang berdiri baru lagi. Jadi teman-teman di Karanganyar kalau punya objek, kami dorong untuk terus berinovasi,” imbuhnya.

Memperbanyak Event

Yoppi optimistis target Karanganyar masuk empat besar daerah dengan pergerakan wisatawan terbesar di Jawa Tengah dapat tercapai. Apalagi, masih terdapat sejumlah event yang dapat menjadi penggerak wisata hingga akhir 2026.

“Akhir 2026 ini kami harus masuk empat besar. Saat ini berdasarkan survei BPS sudah lima besar. Kami kalah dengan Magelang dan Banyumas. Kalau Semarang dan Solo jangan dikejar karena mereka ibu kota. Kalau Magelang dan Banyumas masih bisa kami kejar,” ujar Yoppi.

Menurut Yoppi, event menjadi salah satu kunci untuk mendongkrak pergerakan wisatawan. Dia mencontohkan Banyumas yang dinilai mampu menarik wisatawan karena memiliki banyak agenda. “Ternyata kuncinya di event. Banyumas itu ramai kunjungan wisatawan karena banyak event. Maka kami mengejar banyak event,” katanya.

Data BPS menunjukkan pergerakan wisatawan nusantara ke Karanganyar memang masih cukup tinggi. Pada Desember 2025, wisnus dengan tujuan Karanganyar mencapai 640.330 perjalanan, naik 13,29% dibandingkan November 2025 yang sebanyak 565.230 perjalanan.

Angka tersebut menjadi salah satu capaian bulanan tertinggi pada pengujung 2025. Sebelumnya, pada Oktober 2025, perjalanan wisnus tujuan Karanganyar tercatat 524.030 perjalanan dan meningkat menjadi 565.230 perjalanan pada November.

Memasuki 2026, jumlah perjalanan wisatawan ke Karanganyar masih berada pada kisaran ratusan ribu perjalanan per bulan. Pada Januari 2026 tercatat 580.670 perjalanan, kemudian turun menjadi 499.610 perjalanan pada Februari 2026.

Pada Januari 2026, Karanganyar berada di antara daerah tujuan wisata dengan pergerakan wisnus terbesar di Jawa Tengah. Data BPS menunjukkan Kota Semarang berada di posisi teratas dengan 1,079 juta perjalanan, disusul Kota Solo 624.030 perjalanan, Banyumas 596.190 perjalanan, Kabupaten Semarang 593.670 perjalanan, kemudian Karanganyar 580.670 perjalanan.

Leave a Reply