Khawatir Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Meluas, Sejumlah Warga Plesungan Ngungsi

Khawatir Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Meluas, Sejumlah Warga Plesungan Ngungsi
Siluet personel gabungan saat melintas gunungan sampah yang terbakar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Kamis (3/9/2026). Hari kedua seluruh petugas gabungan seperti BPBD Solo, TNI, Pemadam Kebakaran Solo, PMI Solo hingga relawan terus berusaha memadamkan api yang membakar gunungan sampah dengan metode injeksi air (water injection). (Daerah/J Howi Widodo).

Mahakamtoday.com, KARANGANYAR — Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, membuat sejumlah warga Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, memilih mengungsi. Mereka khawatir kebakaran meluas hingga asap yang berdampak terhadap kesehatan, terutama anak-anak.

Salah satu warga Perumahan Happy Family, Dusun Sulurejo, Desa Plesungan, Santi, 40, mengaku mengungsi bersama anak-anaknya setelah api kebakaran terlihat membesar pada Rabu (2/9/2026) malam. Rumah Santi hanya berjarak beberapa ratus meter dari lokasi kebakaran TPA Putri Cempo sehingga dia khawatir api dan asap meluas ke permukiman.

Santi mengatakan awalnya mengira asap yang terlihat berasal dari aktivitas warga membakar sampah. Namun, setelah melihat informasi di grup warga, dia mengetahui api di kawasan TPA Putri Cempo sudah membesar. “Pikiranku ya biasa orang bakar sampah. Enggak tahunya lihat grup, kok apinya sudah gede,” kata Santi saat ditemui Espos di rumahnya, Kamis (3/9/2026).

Melihat kondisi tersebut, Santi kemudian memilih mengungsi. Dia menunggu suaminya pulang kerja sebelum membawa anak-anak meninggalkan rumah. “Saya ngungsi, tapi nunggu papanya pulang kerja. Ngungsinya ke tempat kantornya papa. Mau ke mana, bingung, enggak punya rumah,” ujarnya.

Santi bersama anak-anaknya mengungsi hingga Kamis pagi. Setelah anak-anak berangkat sekolah, dia kembali ke rumah untuk mengecek kondisi sekaligus membersihkan rumah. Dia mengaku masih khawatir untuk bermalam di rumah karena pengalaman kebakaran sebelumnya.

Menurutnya, asap dan abu dari kebakaran pernah sampai masuk ke rumah dan membuat kondisi tidak nyaman. Pengalaman tersebut membuat Santi semakin khawatir apabila asap kembali bergerak ke permukiman. Terlebih, rumahnya berada tidak jauh dari area yang menurutnya berpotensi terdampak apabila api meluas.

Khawatir Asap Semakin Memburuk

“Yang ditakuti itu pohon bambu belakang rumah, nanti kalau itu ikut terbakar, pasti sampai permukiman sini. Itu yang saya takuti. Walaupun kelihatannya jauh, namanya api kan bisa jalan, cepat. Ada angin, semak jalan, api itu cepat,” ujarnya.

Santi mengaku bukan dirinya saja yang memilih mengungsi, akan tetapi juga warga lain juga meninggalkan rumah. Mereka karena khawatir kondisi api dan asap semakin memburuk. Dia berharap kondisi kebakaran segera benar-benar aman sehingga warga dapat kembali beraktivitas normal.

Untuk sementara, Santi memilih tetap mengungsi bersama keluarganya. “Saya masih mengungsi. Nanti malam tidur di kantor suami lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Sugiharjo, mengatakan telah berkoordinasi dengan BPBD Solo terkait penanganan kebakaran TPA Putri Cempo.

Menurut Sugiharjo, wilayah Kabupaten Karanganyar yang terdampak berada di Desa Plesungan, khususnya Dusun Sulurejo, Karangrejo, dan Mojokerto. BPBD Karanganyar juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan PMI untuk memberikan masker kepada masyarakat yang terdampak asap.

Sugiharjo mengatakan berdasarkan informasi yang diterima BPBD pada Kamis pagi, kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo telah memasuki tahap pendinginan. “Alhamdulillah pagi hari ini untuk kebakaran di Putri Cempo tahap pendinginan berdasarkan informasi yang ada,” ujarnya. Meski demikian, warga tetap diimbau waspada terhadap perkembangan kondisi kebakaran dan dampak asap.

Leave a Reply