Mahakamtoday.com, SEMARANG – Kontingen Kota Semarang keluar sebagai juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah (Jateng) 2026. Tuan rumah nyaris mendominasi perolehan medali dengan mengoleksi 99 emas, 58 perak, dan 58 perunggu.
Setelah berlangsung selama enam hari, Popda Jateng 2026 resmi berakhir Minggu (6/9/2026) siang. Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Kota Salatiga menjadi tiga daerah dengan perolehan medali terbaik yang diumumkan dalam acara penutupan di GOR Indoor Jatidiri Semarang.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Aria Chandra Destianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah berkompetisi dalam ajang olahraga pelajar tersebut.
“Saya sampaikan juara umum ketiga diraih Kota Salatiga dengan perolehan 30 emas, 19 perak, dan 27 perunggu. Juara umum kedua Kota Surakarta dengan perolehan 56 emas, 41 perak, dan 62 perunggu,” ucap Aria, Minggu.
Sementara juara umum Popda Jateng 2026 diraih tuan rumah Kota Semarang. Kontingen Kota Atlas tersebut mampu mengumpulkan 215 medali dengan rincian 99 medali emas, 58 perak, dan 58 perunggu.
“Tuan rumah (Semarang) all out, mampu mempertahankan sebagai juara umum di Popda tahun 2026. Medali Popda seperti diborong semua oleh kontingen Kota Semarang,” ungkap Aria.
Aria mengatakan hasil Popda Jateng 2026 juga menunjukkan peta kekuatan olahraga pelajar di Jateng semakin merata. Hal tersebut terlihat dari seluruh kabupaten/kota yang berhasil membawa pulang medali.
“Ada daerah walaupun satu perunggu, tapi ini luar biasa. Karena tahun-tahun sebelumnya itu ada tiga atau empat kabupaten yang nol atau tidak dapat medali sama sekali,” paparnya.
Perkuat Pembinaan Olahraga Pelajar
Aria juga meminta pemerintah daerah terus memperkuat pembinaan olahraga pelajar di berbagai cabang. Menurutnya, pembinaan sejak usia dini tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.
Dia berharap atlet yang berhasil menjadi juara tidak cepat berpuas diri. Sementara atlet yang belum meraih hasil maksimal diminta tetap bersemangat dan meningkatkan latihan untuk menghadapi ajang olahraga lainnya.
“Yang menjadi juara janganlah besar kepala, bagi yang kalah tetaplah semangat dan jangan putus asa. Berlatihlah lebih giat lagi dan penuh semangat sekembali dari Popda Jateng ini serta tetap menjaga jiwa sportivitas yang tinggi,” pesan Aria.
Di sisi lain, Plt. Kepala Dispora Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, mengatakan capaian 99 medali emas menjadi hasil yang sangat menggembirakan. Perolehan tersebut bahkan jauh melampaui target awal kontingen Kota Semarang yang hanya menargetkan juara umum.
“Ini luar biasa, perolehan emasnya meningkat jauh. Ini melampaui target, target kami hanya mematok juara umum. Tapi tidak menyangka medali emasnya bisa mencapai 99,” ujar Didik seraya tersenyum.
Didik mengatakan prestasi juara umum di Popda Jateng 2025 menjadi motivasi untuk mempertahankan pembinaan atlet Kota Semarang. Program latihan dan pembinaan yang telah berjalan akan dipertahankan sekaligus ditingkatkan untuk menghadapi Popda di tahun berikutnya.
“Pesan saya kepada atlet kita pertahankan dengan latihan-latihan yang serius. Saya kira pembinaan yang sudah ada ini kita pertahankan. Kita tingkatkan lagi untuk tahun depan supaya juara umum lagi,” ungkap Didik.
Atlet Peraih Medali Emas
Salah satu atlet peraih medali emas, Elisa Noviana Sianingrum, 16, mengaku bahagia setelah berhasil menjadi juara pertama kelas D cabang olahraga pencak silat. Siswi SMAN 4 Semarang itu menyebut kerja keras selama latihan akhirnya terbayarkan.
“Bahagia, lega, akhirnya kerja keras saya selama ini terbayarkan dengan medali emas. Saya suka dengan olahraga silat sejak SD,” tutur Elisa.
Elisa berharap prestasinya di Popda Jateng 2026 bisa menjadi pijakan untuk tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2027. Setelah ini dia akan bekerja lebih keras saat latihan agar mimpinya tersebut terwujud.
“Setelah Popda Jateng harus lebih keras lagi latihannya. Saya ingin tampil di Popnas,” tandas Elisa.
Popda Jateng 2026 bergulir sejak Selasa (1/9/2026) dan mempertandingkan sekitar 23 cabang olahraga. Ajang tersebut diikuti ribuan atlet dari 35 kabupaten/kota di Jateng yang terdiri dari 1.647 atlet tingkat SD, 2.335 atlet SMP, dan 3.533 atlet SMA. Para atlet tersebut memperebutkan 522 medali emas, 522 medali perak, dan 740 medali perunggu.

Leave a Reply