Mahakamtoday.com, SOLO — Seratusan seniman mancanegara dan penggiat budaya memeriahkan Cultural Parade atau Kirab Budaya Solo International Art Camp (SIAC) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Minggu (19/7/2026).
Kirab yang diberangkatkan dari Loji Gandrung menuju kawasan Ngarsopuro itu menjadi pusat perhatian ribuan pengunjung CFD. Sepanjang rute, masyarakat antusias menyaksikan rombongan peserta yang menampilkan beragam kekayaan budaya dari berbagai negara.
Para delegasi asing mengenakan busana tradisional khas negara masing-masing, mulai dari Tiongkok, India, Jepang, hingga negara-negara lain yang mengikuti SIAC 2026.
Suasana semakin semarak dengan penampilan pasukan budaya dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat kota maupun kelurahan. Mereka tampil mengenakan jas dan bawahan kain batik menyerupai prajurit keraton, menambah nuansa budaya khas Kota Solo.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, yang melepas langsung peserta kirab di Loji Gandrung, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan delegasi dari 28 negara tersebut.
“Parade budaya hari ini tidak hanya kita lihat sebagai sebuah pertunjukan seni, tetapi juga simbol semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan kita terhadap warisan budaya yang menjadi identitas bangsa,” ujar Astrid.
Menurut Astrid, keterlibatan Pokdarwis dalam kirab menunjukkan komitmen Kota Solo dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya. Ia menilai pariwisata menjadi salah satu instrumen penting untuk melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan potensi Solo kepada masyarakat internasional.
Ia juga menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan slogan Solo The Spirit of Java. Menurutnya, Solo tidak hanya berada di jantung Pulau Jawa secara geografis, tetapi juga memiliki kekayaan seni dan budaya yang menjadi identitas kota.
“Melalui bahasa universal, yaitu seni dan budaya, kita jadikan ajang ini sebagai sarana persahabatan dengan masyarakat internasional. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik. Boleh diajak foto-foto delegasinya sembari tersenyum, perkenalkan kepada dunia bahwa masyarakat Kota Solo itu ramah tamah, guyub rukun, dan penuh kebersamaan,” katanya.
Setibanya di kawasan Ngarsopuro, para delegasi dan masyarakat disuguhi berbagai pertunjukan seni tradisional Nusantara, seperti Reog Ponorogo, tari tradisional Jawa, hingga pementasan Wayang Orang.
Kirab Budaya menjadi salah satu agenda utama Solo International Art Camp (SIAC) ke-5 yang berlangsung di Kota Solo pada 16-27 Juli 2026.
Ketua Panitia SIAC ke-5 sekaligus Ketua Yayasan Jagoan Indonesia, Sulistyo Chung, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Rewriting Tomorrow sebagai respons terhadap berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi hingga ketidakpastian geopolitik.
“Melalui tema ini, kita mengajak para seniman dari berbagai penjuru dunia menceritakan harapan mereka mengenai masa depan bumi dalam wujud karya nyata,” ujar Sulistyo.
Ia menjelaskan antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun. Dari lebih dari 35 negara yang mendaftar, panitia menetapkan 80 seniman profesional untuk mengikuti workshop utama, terdiri atas 65 delegasi mancanegara dan 15 seniman lokal. Selain itu, SIAC 2026 juga melibatkan lebih dari 400 seniman lokal dari berbagai sanggar di Kota Solo.

Leave a Reply