Pemkab Karanganyar Matangkan Usulan Layanan BST sampai Karangpandan

Pemkab Karanganyar Matangkan Usulan Layanan BST sampai Karangpandan
Bupati Karanganyar Rober Christanto saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Senin (4/5/2026). (Daerah/Indah Septiyaning Wardani)

Mahakamtoday.com, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mematangkan kajian terkait usulan perluasan layanan bus Batik Solo Trans atau BST hingga wilayah Karangpandan untuk meningkatkan konektivitas. 

Rencana tersebut menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan Pemkab untuk meningkatkan akses transportasi umum bagi masyarakat di wilayah selatan Karanganyar. Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengatakan wacana perluasan layanan BST hingga Karangpandan masih dalam tahap pembahasan.

Pemkab tidak ingin terburu-buru merealisasikan rencana tersebut sebelum memastikan rute dan operasionalnya benar-benar layak. “Ini sedang kami diskusikan. Kami kaji dulu, benar-benar apakah layak atau tidak. Kalau layak, kami akan dorong. Tentunya kami komunikasikan dengan BST untuk bisa hadir,” ujar Rober saat ditemui wartawan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Rober, kajian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap angkutan umum. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemkab adalah keterbatasan angkutan umum yang dapat menjangkau masyarakat, terutama pelajar yang rumahnya berada cukup jauh dari sekolah.

Rober menyebut Pemkab Karanganyar menerima aspirasi dari masyarakat mengenai kondisi tersebut. Sejumlah orang tua siswa terpaksa menyediakan sepeda motor bagi anak mereka untuk berangkat ke sekolah lantaran tidak tersedianya angkutan umum yang memadai.

“Kami menyerap aspirasi masyarakat. Ada beberapa orang tua murid yang sampai sekolah, rumahnya jauh. Mereka harus memberikan sepeda motor karena tidak ada angkutan umum yang memadai,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Rober, menjadi salah satu alasan Pemkab Karanganyar membuka kembali pembahasan mengenai kemungkinan menghadirkan layanan BST hingga wilayah Karangpandan. Transportasi umum dinilai tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pelajar terhadap kendaraan pribadi.

Dengan adanya layanan angkutan umum yang menjangkau kawasan permukiman dan sekolah, masyarakat diharapkan memiliki alternatif transportasi yang lebih mudah. “Makanya salah satunya kami kaji, kami komunikasi dengan BST sehingga apakah ini sudah layak atau tidak dilakukan seperti itu,” ujar Rober.

Selain kebutuhan masyarakat sehari-hari, perluasan layanan BST hingga Karangpandan juga berpotensi mendukung sektor pariwisata di wilayah tersebut. Karangpandan merupakan salah satu kawasan di Karanganyar yang menjadi jalur menuju sejumlah destinasi wisata di lereng Gunung Lawu.

Kajian Teknis Kelayakan

Akses transportasi umum yang lebih mudah dinilai dapat membantu masyarakat maupun wisatawan yang hendak menuju kawasan wisata tersebut. Rober mengatakan sebelumnya memang pernah muncul wacana pengoperasian BST dari Palur hingga Karangpandan.

Rute tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan wisata di wilayah Karanganyar. Namun, wacana tersebut hingga kini belum terealisasi. Pemkab Karanganyar akan mengevaluasi kembali rencana tersebut untuk mengetahui apakah secara teknis maupun operasional memungkinkan untuk dijalankan.

“Dulu sempat ada wacana BST dari Palur sampai Karangpandan untuk mengangkut penumpang yang akan menuju lokasi wisata. Nanti akan kami evaluasi dulu,” kata Rober.

Rober mengatakan evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi Pemkab Karanganyar dalam menentukan apakah perluasan rute BST layak untuk didorong. Pemkab juga akan mempertimbangkan komunikasi dengan pihak terkait, termasuk pengelola layanan BST. “Evaluasi dulu benar-benar itu layak ataupun tidak. Kalau itu layak, kami akan dorong. Tentunya kami komunikasikan dengan BST untuk bisa hadir,” ujarnya.

Meski wacana perluasan layanan BST hingga Karangpandan sudah kembali dibahas, Rober belum memastikan kapan rencana tersebut akan direalisasikan. Saat ini, Pemkab masih mematangkan kajian dan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan serta kelayakan layanan.

Rober mengatakan bahwa rencana tersebut muncul bukan karena keinginan pemerintah daerah, tetapi berdasarkan kebutuhan yang disampaikan masyarakat. “Wacana ke sana sudah ada. Karena ada muncul dari masyarakat yang membutuhkan itu,” tuturnya.

Pemkab Karanganyar kini berupaya melihat kemungkinan penyediaan layanan transportasi umum yang dapat menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Rober mengatakan hasil kajian nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya. Jika berdasarkan evaluasi rute hingga Karangpandan dinilai layak dan kebutuhan masyarakat cukup kuat, Pemkab akan mendorong komunikasi lebih lanjut dengan operator BST. Dengan demikian, perluasan operasional BST hingga Karangpandan masih berada pada tahap kajian.

Leave a Reply